Posts

Suami Wajib Menafkahi Keluarga

  1. Tanggung Jawab Suami dalam Menafkahi Keluarga Hukum asal : Suami adalah pihak yang bertanggung jawab untuk mencari nafkah dan menafkahi rumah tangga. Dalil : Al-Qur’an: "الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ" (QS. An-Nisa [4]: 34)  "Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita." Alasan Suami sebagai Pemimpin Rumah Tangga: - Kekuatan fisik dan mental: Laki-laki lebih kuat secara fisik dan mental, tidak mudah dipengaruhi perasaan. - Mencari nafkah: Laki-laki bertanggung jawab atas pemberian nafkah, baik untuk istri maupun anak-anak. Ciri-ciri Pemimpin Rumah Tangga: Laki-laki yang emosinya tidak mudah dipengaruhi perasaan dan yang dapat bekerja untuk mencari nafkah. Laki-laki yang tidak mau bekerja atau tidak memberi nafkah bukanlah pemimpin yang baik. 2. Bolehnya Istri Mengambil Nafkah Jika Suami Pelit Ketentuan : Jika suami pelit atau tidak memberi nafkah yang mencukupi kebutuhan pokok (makanan, pakaian, tempat tinggal), istri boleh mengambil uang suami secara diam-d...

Wanita Shalihah Berusaha Tampil Cantik di Hadapan Suami

 1. Perhatian Istri terhadap Penampilan di Depan Suami Istri harus memberikan perhatian yang lebih (inayatan fa’iqoh) terhadap penampilan di depan suami. Hal ini karena laki-laki memiliki kebahagiaan yang terkait dengan pandangan mata, berbeda dengan perempuan yang lebih menyukai pujian dan perkataan yang baik. Banyak istri yang setelah menikah menjadi kurang memperhatikan penampilan, sehingga perlu diingatkan kembali. 2. Berusaha Berpenampilan Menarik Sesuai Selera Suami Istri hendaknya berdandan dan menjaga penampilan di rumah sesuai dengan yang disukai suami. Setiap suami memiliki preferensi berbeda, ada yang suka istrinya ber-make-up, ada yang lebih suka natural tanpa make-up Oleh karena itu, perlu ada komunikasi antara suami dan istri mengenai hal ini. Jangan sampai istri justru tampil cantik di luar rumah, tetapi di rumah tidak memperhatikan penampilan. 3. Suami Juga Harus Menjaga Penampilan Bukan hanya istri yang dituntut untuk menjaga penampilan, tetapi suami juga harus ber...

Wanita Shalihah Tidak Gemar Keluar Rumah

 1. Larangan Keluar Rumah Terlalu Sering - Perempuan tidak dilarang keluar rumah, tetapi jangan terlalu sering (kharrujatan). - Keluar rumah hanya untuk kebutuhan (ila lihajatihinna), termasuk belanja, mengantar anak, dsb. - Keluar rumah boleh, tetapi ada batasannya. 2. Larangan Berhias Berlebihan saat Keluar Rumah Perempuan boleh berhias, tetapi tidak boleh berlebihan, terutama dalam konteks jahiliyah. Jika berhias untuk bertemu sesama perempuan dan tidak terlihat laki-laki, itu diperbolehkan. Menutup aurat adalah bagian dari menjaga kehormatan. 3. Perempuan Adalah Aurat Hadis menyebutkan perempuan sebagai aurat, yang berarti perlu dijaga dan ditutup. Sebagian ulama menganggap wajah sebagai aurat karena menjadi sumber fitnah. Jika perempuan keluar rumah, setan akan menghiasinya agar menjadi pusat perhatian laki-laki (istashrafah). 4. Keutamaan Perempuan Tinggal di Rumah Posisi terbaik perempuan di sisi Allah adalah ketika berada di rumah. Perintah untuk tetap tinggal di rumah bera...

Wanita Shalihah Berusaha Menyenangkan Suaminya

1. Sifat Istri Shalihah dalam Islam Istri yang shalihah adalah yang berusaha menggembirakan suaminya. Salah satu cara menggembirakan suami adalah dengan penampilan yang menyenangkan ketika dipandang. Kecantikan dalam Islam bukan hanya sekadar rupa, tetapi bagaimana seorang istri membuat suaminya senang. Banyak wanita cantik secara fisik tetapi tetap membuat suaminya jengkel, sehingga kecantikannya tidak berarti. Ada kasus di mana wanita sangat cantik, bahkan artis, tetapi rumah tangganya tetap hancur atau mengalami KDRT. 2. Kecantikan yang utama adalah kecantikan yang disukai oleh suami. Penampilan istri tidak perlu dinilai berdasarkan standar orang lain, yang penting suami ridha. Seorang istri tetap harus berusaha menjaga penampilan untuk suaminya, namun tanpa terobsesi dengan standar kecantikan yang dibuat oleh masyarakat. 3. Menjaga Bentuk Tubuh Islam menganjurkan istri untuk tetap menjaga bentuk tubuhnya agar tetap menarik bagi suaminya. Kesalahan umum adalah setelah menikah, istri...

JADILAH ORANG-ORANG MUSHLIH

  ╔📖✨════════╗ MUTIARA AL-QUR'AN ╚════════📖✨ ╝ JADILAH ORANG-ORANG MUSHLIH •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• Orang yang shalih, maka Kebaikannya adalah untuk dirinya sendiri. Sedangkan orang yang mushlih, kebaikannya adalah untuk dirinya sendiri dan orang lain. Orang yang shalih itu dicintai manusia, Sedangkan orang yang mushlih itu dibenci manusia. ⁉ Kenapa bisa demikian? Karena kekasih kita al-Musthofå (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) sebelum beliau diutus sebagai rasul, beliau adalah orang yang paling dicintai kaumnya lantaran beliau adalah orang yang shalih. Akan tetapi setelah beliau diutus Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai rasul, maka beliau menjadi mushlih sehingga beliau pun dimusuhi dan dikata-katai sebagai seorang penyihir yang pendusta lagi gila. ⁉ Apa sebabnya? Karena orang yang mushlih itu melawan betapa kerasnya hawa nafsu orang yang menginginkan melakukan perbaikan (ishlah) dari kerusakan-kerusakan mereka. 👉🏻 Karena...

Pahala Jariyah

  Apa yang hendak dibanggakan dari dunia ini, kelak ia akan sirna atau kita dulu yang pergi meninggalkannya... Tak ada yang bermanfaat bagi kita di dunia ini kecuali amal shalih dan kebaikan jariyah... Dikatakan 'jariyah' yang artinya mengalir, maka kebaikan tersebut akan terus mengalirkan pahala tiada henti sampai Allâh menghendaki berhenti... Contoh mudahnya begini : Saat Anda sholat, puasa atau ibadah, maka itu amal shalih buat Anda yang otomatis akan terhenti pahalanya saat Anda wafat. Karena ketika Anda wafat, Anda sdh tdk mampu lagi beribadah. Namun jika Anda mengajarkan sholat, puasa atau ibadah kepada anak, keluarga atau orang lain, kemudian mereka mempraktikkannya. Maka Anda akan mendapatkan pahala yg terus mengalir darinya d en gan sebab anda mengajarkan kebaikan kepada mereka dan pahalanya terus mengalir sampai mereka wafat. Namun jika mereka mengajarkan ilmu yang anda ajarkan kepada or an g lain, maka ilmu tersebut akan langgeng mengalirkan pahala ...

KETIKA NYALI DAN ILMU BERPADU

 Mengingkari kemungkaran itu membutuhkan nyali dan keberanian. Sebab beresiko tinggi. Karena itulah hanya sedikit orang yang meniti jalan tersebut. Kebanyakan memilih berada di dalam zona nyaman. Padahal Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wasallam_ telah bersabda, " ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻧَﺒِﻰٍّ ﺑَﻌَﺜَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻰ ﺃُﻣَّﺔٍ ﻗَﺒْﻠِﻰ ﺇِﻻَّ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻪِ ﺣَﻮَﺍﺭِﻳُّﻮﻥَ ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺏٌ ﻳَﺄْﺧُﺬُﻭﻥَ ﺑِﺴُﻨَّﺘِﻪِ ﻭَﻳَﻘْﺘَﺪُﻭﻥَ ﺑِﺄَﻣْﺮِﻩِ، ﺛُﻢَّ ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﺗَﺨْﻠُﻒُ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧُﻠُﻮﻑٌ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ ﻭَﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳُﺆْﻣَﺮُﻭﻥَ، ﻓَﻤَﻦْ ﺟَﺎﻫَﺪَﻫُﻢْ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓَﻬُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ، ﻭَﻣَﻦْ ﺟَﺎﻫَﺪَﻫُﻢْ ﺑِﻠِﺴَﺎﻧِﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ، ﻭَﻣَﻦْ ﺟَﺎﻫَﺪَﻫُﻢْ ﺑِﻘَﻠْﺒِﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ، ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻭَﺭَﺍﺀَ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻹِﻳﻤَﺎﻥِ ﺣَﺒَّﺔُ ﺧَﺮْﺩَﻝٍ " _“Setiap nabi yang diutus oleh Allah kepada umat sebelumku pasti memiliki pendukung dan sahabat. Mereka berpegang dengan petunjuk Nabinya dan mematuhi perintahnya. Namun sesudah mereka muncul generasi yang mengucapkan apa yang tidak mereka praktekkan dan...